Siap Mudik? Operasi Ketupat 2026 Mulai 13 Maret, Pengamanan Diperketat di Seluruh Indonesia

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat yang akan digelar mulai 13 Maret mendatang. Operasi tahunan tersebut disiapkan secara nasional dengan ribuan posko pelayanan dan pengamanan guna menjamin perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama dua pekan, yakni 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini difokuskan untuk mengawal mobilitas masyarakat selama arus mudik hingga arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan melibatkan jutaan pemudik di seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari strategi pengamanan nasional, Polri menyiapkan total 2.746 posko yang tersebar di berbagai wilayah. Posko tersebut terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat kendali operasi lintas sektor.

Pos pengamanan akan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas sekaligus menjadi pusat informasi bagi pemudik. Sementara pos pelayanan disiapkan untuk memberikan fasilitas istirahat bagi pengendara guna menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan jauh.

Selain pengamanan jalur mudik, aparat juga akan menjaga lebih dari 185 ribu objek vital, mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara hingga destinasi wisata yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 melibatkan sekitar 161 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait. Pendekatan yang digunakan mengedepankan langkah preventif, pelayanan publik, serta penegakan hukum guna menjaga keamanan masyarakat selama periode mudik.

Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur strategis, terutama ruas tol dan jalur arteri padat kendaraan. Skema yang akan diterapkan antara lain sistem ganjil-genap, one way, contraflow hingga pengaturan buffer zone di kawasan pelabuhan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Berdasarkan prediksi pemerintah, arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang utama pada pertengahan Maret, sementara arus balik diprediksi berlangsung menjelang akhir bulan. Karena itu, kesiapan layanan darurat termasuk hotline 110 dan tim respons cepat juga dioptimalkan selama operasi berlangsung.

Melalui Operasi Ketupat 2026, Polri berharap perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman. Sinergi lintas lembaga serta kesiapan infrastruktur pengamanan menjadi kunci untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas nasional saat momentum Lebaran tahun ini.